Menko Perekonomian Buka Rakornas Budpar 2009

Author wong cilik Category
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir.Jero Wacik, SE dan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Radjasa memberikan pengarahan kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebudayaan dan Pariwisata (Rakornas Bidang Budpar) tahun 2009 yang berlangsung di Mercure Hotel Convention Center, Ancol Jakarta, Senin (14/12).

Rakornas selama dua hari (14-15/12) yang mengangkat tema "Pemantapan Rancangan Rencana Strategis Departemen Kebudayaan dan Pariwisata 2010-2014" itu dibuka oleh Menko Perekonomian Hatta Radjasa dan diikuti sekitar 400 peserta terdiri atas pejabat di lingkungan Depbudpar dan instansi terkait, gubernur, kepala dinas Budpar Pemprov/Kota/Kabupaten dari 33 provinsi, Komisi X DPR-RI , asosiasi pariwisata dan kebudayaan, UPT Budpar, akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta pers.

Dalam Rakornas kali ini dibahas sejumlah materi yang terkait dengan pemantapan rancangan Restra (Rencana Strategis) Budpar dengan narasumber antara lain Menbudpar, Menko Perekonomian serta pejabat dari instansi terkait seperti Bappenas, Depkeu (Ditjen Anggaran), Dephub, Depkumham (Ditjen Imigrasi), serta Depdiknas.

Menbudpar Jero Wacik pada kesempatan itu memaparkan kontrak kinerja dan program prioritas nasional bidang Budpar di antaranya peningkatan pelayanan wisatawan di bandara serta pelayanan Visa on Arrival (VoA) yang melibatkan 3 menteri terkait yakni Menhub, Meneg BUMN, dan Menkumham. Peningkatan pelayanan wisatawan ini sebagai bagian dari implementasi Inpres No 16/2005 tentang Kebijakan Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata yang didukung 17 Menteri, Kapolri, dan BIN.

Sementara itu untuk mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang tahun 2010 ditetapkan sebesar 7 juta, tahun 2011 sebesar 7,7 juta, tahun 2012 sebanyak 8,5 juta, tahun 2013 sebesar 9,3 juta, dan tahun 2014 sebesar 10,3 juta orang dibutuhkan dukungan aksesibilitas terutama tersedianya seat pesawat yang memadai. Selain itu masuknya bidang pariwisata dalam koordinasi Menko Perekonomian menempatkan peran ekonomi pariwisata dalam lima tahun ke depan semakin strategis khususnya sebagai penghasil devisa andalan.

Dalam Rakornas Budpar 2009 dibahas masukan bidang kebudayaan di antaranya upaya meningkatkan perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual khususnya pada industri budaya, yang di era ekonomi kreatif menjadi mata uang baru dalam mensejahterakan masyarakat. Sekjen Depbudpar Wardiyatmo pada kesempatan itu memaparkan resume Rancangan Renstra Depbudpar 2010-2014. (Pusformas)

Sumber : http://www.budpar.go.id

0 komentar:

Posting Komentar

Theme by New wp themes | Bloggerized by Dhampire