Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Lestarikan Warisan Budaya, Sekelompok Pemuda Produksi Tanjak Ikat Kepala Melayu Riau

Author wong cilik Category

 Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Sanggar Seni Nusantara Linkart, memproduksi berbagai model tanjak, guna mempertahankan warisan budaya Melayu Riau, khususnya dalam mode berpakaian.

Tanjak merupakan penutup kepala adat Melayu yang berbentuk runcing ke atas yang menjadi salah satu aksesori pakaian untuk lelaki di Melayu.

Model tanjak yang diproduksi beragam, di antaranya Elang Menyongsong Angin, Dendam Tak Sudah, Laksamana, Balung Raja, Bugis Balik, serta terdapat juga model Tanjak Kreasi.

Perbedaan model tersebut dapat dilihat dari jumlah lipatan, yang terdapat pada setiap tanjak.

Dalam sehari, tanjak yang diproduksi bisa mencapai 50 buah.

Satu buah tanjak dibanderol dengan harga mulai dari 50 ribu hingga 120 ribu rupiah, tergantung tingkat kerumitan pembuatan tanjak.

Hingga kini, tak hanya di dalam negeri, produksi tanjak Sanggar Seni Nusantara Linkart juga diminati di Malaysia.

Sumber: https://www.kompas.tv/article/198392/lestarikan-warisan-budaya-sekelompok-pemuda-produksi-tanjak-ikat-kepala-melayu-riau

Mendesak, Pendidikan Berkarakter dan Berbudaya

Author wong cilik Category
Semarang, CyberNews. Tingginya angka kenakalan dan kurangnya sikap sopan santun anak didik, dipandang sebagai akibat dari buruknya sistem pendidikan saat ini. Hal itu ditambah lagi dengan masih minimnya perhatian guru terhadap pendidikan dan perkembangan karakter anak didik.

Selain itu, perkembangan teknologi internet yang massif, bisa berdampak buruk jika tak ada upaya efektif untuk menangkalnya.

"Untuk itu, saya memandang pendidikan yang berkarakter dan berbudaya harus segera diterapkan dalam kurikulum pendidikan nasional. Selain guru, orang tua juga punya kewajiban menerapkan pendidikan tersebut. Bahkan, orang tua merupakan kunci melindungi anak dari dampak buruk perkembangan teknologi," kata Prof Dr Retmono, Dekan Fakultas Bahasa Unissula dalam seminar 'Mencetak Pendidikan yang Berkarakter dan Berbudaya' di Aula Fakultas Hukum Unissula, Senin (21/6).

Padahal, ujar dia, bangsa Indonesia dulu sangat memegang teguh sopan santun. "Ironis jika saat ini bangsa Indonesia tak berpijak pada nilai-nilai budaya dalam bertindak atau bahkan tak memiliki karakter yang kuat. Untuk itu, pembinaan pada generasi muda menjadi hal yang urgen dilakukan saat ini," tutur Pakar Pendidikan itu.

Ia mengingatkan bahwa pendidikan nasional hendaknya mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. "Karena itu, sistemnya harus saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk pula upaya serius dari pihak pemangku kebijakan pendidikan nasional," lanjutnya.

Memang saat ini, ujar Prof Retmono, sudah ada Undang-undang yang mengatur agar pendidian karakter diterapkan di masing-masing sekolah. "Namun pelaksanaannya sangat tergantung dari kualitas SDM pendidik dan tenaga kependidikan. Sayangnya, banyak SDM pendidik yang belum berlatar belakang pendidikan. Ini sungguh ironis. Mau mengembangkan pendidikan, tetapi tutornya bukan dari kependidikan," sebutnya.

Psikolog dari Fakultas Psikologi Undip, Frieda menuturkan bahwa kelebihan dan kekuatan seseorang jika tak disertai karakter yang baik, akan menjadi kekurangan dan kelemahan yang berdampak dua kali lebih besar daripada kelebihan dan kekuatan orang itu. "Oleh karena itu, pendidikan saat ini dan akan datang perlu ada sinergi antara hard skills dan soft skills," katanya.

Kompetensi lulusan yang dihasilkan, ujar dia, harus mampu berpikir secara analitis dan logis, memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni, bisa bekerja mandiri, serta berkomunikasi lisan secara lancar. "Paling tidak, setiap siswa mulai membiasakan mengumpulkan energi positif setiap hari dengan pendampingan dari guru dan orang tua," ujar Frieda. ( Hadziq Jauhary /CN13 )

Sumber : http://suaramerdeka.com

Anggaran Rp 200 Triliun tak Membuat Pendidikan Jadi Murah

Author wong cilik Category

PURWOKERTO, (PRLM).- Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh mengakui, anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN senilai Rp 200 triliun tidak serta merta menjamin biaya pendidikan menjadi murah. Realitasnya di Tanah Air, pendidikan hanya dinikmati keluarga dari golongan ekonomi menengah ke atas.

"Fakta yang ada menunjukkan biaya pendidikan di perguruan tinggi mahal sehingga keluarga yang bisa menyekolahkan anaknya hingga pendidikan tinggi adalah dari keluarga kelompok menengah ke atas," kata Mendiknas saat dialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BMSI) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Rabu (18/4).

Tingginya biaya pendidikan menyebabkan banyak anak dari keluarga miskin yang tak bisa mengenyam pendidikan sehingga jika kondisi ini dibiarkan, maka gap antara si kaya dan si miskin akan semakin lebar. "Yang miskin akan tetap berkutat pada kemiskinan, dan yang maju adalah mereka yang berasal dari keluarga mampu. Proses pemiskinan akan terus berlanjut dan makin besar,'' jelas Mediknas.

Sementara kelompok ekonomi menengah, adalah mereka yang dulu berasal dari keluarga miskin namun bisa sekolah hingga pendidikan tinggi karena biaya pendidikan saat itu masih murah. Guna mengurangi gap antara di kaya dan miskin, kementrian pendidikan nasional pada 2010 dipimpinnya menggulirkan program bea siswa untuk mahasiswa dari golongan keluarga tidak mampu.

"Tahun ini, jumlah beasiswa yang disediakan mencapai 20 ribu paket. Mereka yang mendapat beasiswa tersebut dibebaskan dari seluruh biaya pendidikan, bahkan mendapat biaya hidup sebesar Rp 500 ribu per bulan," kata Muhammad Nuh.

Sedangkan mahasiswa yang yang berhak mendapat beasiswa ini tak hanya untuk mahasiswa dari program studi yang biaya pendidikannya murah. Mahasiswa miskin yang kuliah di program-program studi berbiaya pendidikan tinggi, seperti fakultas teknik atau kedokteran punya hak yang sama.

Rencananya jumlah paket program beasiswa terus menerus ditingkatkan sehingga jumlah mahasiswa miskin yang bisa mengenyam pendidikan tinggi semakin banyak. ''Sehingga sekitar empat tahun ke depan, jumlah paket beasiswa yang kita sediakan bisa mencapai 100 ribu hingga 200 ribu paket," katanya. (A-99/das)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

Komersialisasi Pendidikan Terus Digunjingkan

Author wong cilik Category
BANJAR, (PRLM).- Menjelang penerimaan siswa baru di sekolah swasta dan negeri di Banjar, komersialisasi pendidikan lagi-lagi menjadi bahan gunjingan berbagai pihak. Pasalnya, sejumlah sekolah negeri dan swasta favorit masih mematok harga tinggi untuk biaya pendaftaran, uang bangunan dan lainnya. Di satu sisi, biaya-biaya yang disyaratkan tersebut ternyata tidak seimbang dengan mutu pendidikan yang diberikan kepada siswa. Walaupun orang tua siswa harus membayar mahal untuk pendidikan anaknya di sekolah favorit, tapi mutu siswa tetap masih perlu dipertanyakan.

Sejumlah kalangan menganggap Dinas Pendidikan Kota Banjar menutup mata terkait pungutan tersebut. Selain itu, instasi tersebut juga dianggap tidak tegas dalam mengatur hal tersebut. "Salah satu contohnya di SMAN 1 Banjar. Penerimaan siswa baru tidak didasarkan pada nilai tes. Tapi didasarkan pada jumlah uang bangunaan yang disanggupi. Sehingga semakin besar kemampuan membayar uang hibah semakin besar potensi lulus," kata Ketua Forum Bale Rahayat, Asep Nurdin, Selasa (8/6).

Akibatnya, kata dia, secerdas apapun siswa, apabila orang tuanya miskin, yang bersangkutan tidak memiliki kesempatan untuk masuk ke, misalnya, SMAN 1 Banjar. Yang bersangkutan harus puas dengan masuk ke sekolah yang kurang diperhitungkan. Hal itu, kata Nurdin, selain tidak etis dan menutup peluang siswa untuk memperoleh hak yang sama untuk menuntut ilmu, dinilai telah menyalahi aturan dan melanggar undang-undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) serta bertentangan dengan UUD 1945.

"Untuk itu kami menuntut agar Walikota Banjar untuk menyikapi dan menuntaskan kasus ini, karena merugikan masyarakat. Perilaku tersebut tidak mendidik dan membodohkan siswa serta masyarakat," katanya seraya mengatakan pihaknya menolak segala bentuk komersialisasi dan kapitalistik sektor pendidikan yang membodohkan.

Hal serupa diungkapkan Kordinator Komunitas Apache, Tahyan Sukarno. Kata dia, pemerintah khususnya Dinas Pendidikan sebagai pelayanan masyarakat harusnya tegas menyikapi hal itu. Dinas Pendidikan, misalnya, harus lebih ketat dalam melakukan pengawasan di tingkat sekolah.

Dikatakan, pungutan penerimaan siswa baru itu bisa dikatakan ilegal. Pasalnya, tidak ada dasar hukum yang mengatur hal itu. "Jika belum apa-apa masyarakat sudah dibebani dengan biaya pendidikan yang mahal tapi kualitas pendidikan tidak meningkat, itu sangat tidak adil," tandasnya.

Hingga berita ini disusun belum ada pihak yang bisa dimintai keterangan dari Dinas Pendidikan Kota Banjar. Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjar, H S Saeful Akbar, tidak bisa dihubungi karena telepon selularnya tidak aktif. (A-112/das)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

Pemerintah Harus Segera Susun UU Kebudayaan

Author wong cilik Category
BANDUNG,(PRLM).- Pendidik yang juga Ketua Pelaksana Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco, Arief Rachman, mengatakan pemerintah harus segera menyusun Undang-Undang tentang kebudayaan Indonesia dan segera membuat database daftar kebudayaan bukan benda yang dimiliki Indonesia. Ini dilakukan agar tidak ada lagi kasus klaim budaya yang dilakukan oleh negara lain terhadap warisan budaya asli Indonesia.

"Kita harus punya data warisan tak benda dan itu tugas kementrian kebudayaan. Cina sudah punya daftar itu. Bahasa juga. Ada 583 bahasa di Indonesia dan ribuan ribu budaya lainnya. Aksara misalnya ada Jawa, Batak juga harus dilestarikan. Harus secepatnya dibuat, dan apakah bahasa masuk ke dalam budaya atau tidak. Sebab saat ini 3 sampai 4 bahasa punah setiap bulannya, padahal di dalam bahasa itu ada kebijakan lokal," kata Arief yang ditemui di sela-sela International Day "Explore the Globe in Harmony" di Aula Unpad Jln. Dipati Ukur Bandung, Kamis (5/11).

Pekerjaan rumah bagi pemerintah baru saat ini, kata Arief adalah membangun kebudayaan secara struktural bukan hanya kultural. Ambil contoh negara Thailand yang berhasil memadukan keduanya. "Kuliner Thailand itu sudah mendunia, coba lihat sudah berapa banyak restoran Thailand di dunia," ujarnya.

Arief mengaku sangat sedih ketika melihat proses pendidikan Indonesia yang hanya mengedepankan pembinaan otak. Sementara watak tidak pernah dibina padahal wataklah yang membentuk budaya bangsa. "Lihat saja di sekolah, semua sekolah lebih mementingkan lulus Ujian Nasional. Padahl bagi saya UN itu nomor sepuluh, yang pertama adalah watak, akhlak, perasaan, dan sosial. Akal itu hanya memberikan sumbangsih 35% bagi kehidupan kita," tuturnya.(A-157/A-50)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

26 Peserta Siap Ramaikan “Festival Musik Kolaborasi Etnik 2010” di Garut

Author wong cilik Category

GARUT, (PRLM).- Sebanyak 26 grup musik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat dipastikan akan turut ambil bagian dalam ajang “Festival Musik Kolaborasi Etnik 2010”. Festival yang diselenggarakan untuk ketigakalinya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, akan memperebutkan trophy dari Gubernur Jawa Barat serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Garut, Wiguna, S.Kar, kepada PLM, Selasa (23/6), bahwa “Festival Musik Kolaborasi Etnik 2010” yang diselenggarakan selama dua hari berturut-turut (Sabtu-Minggu, 26-27/6) akan diikuti 26 grup. “Peserta yang ditunjuk untuk mewakili daerah (kota dan Kbaupaten) ada tiga belas grup, sedangkan dari perguruan tinggi dan umum masing-masing tujuh grup,” ujar Wiguna.

Seperti ajang festival serupa tahun sebelumnya, menurut Wiguna, diselenggarakannya “Festival Musik Kolaborasi Etnik 2010” , bertujuan untuk mendukung dinamikan berkesenian khususnya seni musik yang tengah terjadi di masyarakat. “Festival ini digelar untuk menarik kaum muda agar tidak meninggalkan seni sunda, jadi diharapkan kaum muda di Kab. Garut khususnya dan Jawa Barat umumnya, bisa mempertahankan seni sunda melalui kolaborasi dengan musik yang tengah berkembang saat ini,” ujar Wiguna.

Saat ini, menurut Wiguna, cukup banyak kaum muda yang mulai melupakan seni Sunda dan lebih bangga menyajikan musik masa kini, baik jenis pop alternatif, rock maupun heavy metal dalam sebuah pertunjukkan musik. “Padahal, disejumlah negara, musik-musik dengan genre baru yang dikolaborasi musik etnik yang mulai digemari, karenanya melalui ajang festival ini diharapkan gairah musik etnik yang dikolaborasi dengan musik pop maupun modern,” ujar Wiguna. (A-87/das)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

Mahasiswa Berperan Penting dalam Promosi Pariwisata dan Kebudayaan

Author wong cilik Category

BANDUNG, (PRLM).- Ajang pertemuan mahasiswa baik tingkat lokal, nasional maupun internasional sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai ajang promosi pariwisata dan kebudayaan. Mahasiswa bisa berperan sebagai duta pariwisata untuk memperkenalkan kekayaan daerah tempat mereka menuntut ilmu.

Demikian diungkapkan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Yaya M. Abdul Aziz di sela-sela Seminar "Problematika Pariwisata dan Budaya Indonesia dalam Dinamika Global" yang juga bagian dari rangkaian Pertemuan Sela Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (PSNMHII) XXII di kampus Universitas Pasundan (Unpas), Selasa (25/3).

Menurut Yaya, selama ini kajian mengenai pariwisata di kalangan akademisi masih sangat minim. Padahal pariwisata dan budaya adalah salah satu kekayaan yang tidak boleh dilupakan. "Jangan sampai setelah diklaim negara lain, baru semua berbicara," ujarnya.

Secara riil, kata Yaya, hal yang paling mudah dilakukan mahasiswa adalah dengan menyisipkan kegiatan promosi ke dalam setiap agenda kegiatan mereka. "Setidaknya mereka bisa memperkenalkan seni dan pariwisata di daerah mereka kepada mahasiswa dari daerah lain yang hadir dalam kegiatan tersebut," tuturnya.

Untuk skala internasional, Yaya menambahkan, keberadaan program pertukaran mahasiswa bisa juga menjadi ajang promosi pariwisata ke negara lain. "Kita perkenalkan pariwisata dan budaya kepada mahasiswa internasional di sini agar mereka bisa memperkenalkannya di negara asal mereka," ujarnya.

Senada dengan Yaya, Ketua Panitia PSNMHII XXII, Khaerul Estian mengatakan, mahasiswa juga memegang peranan penting dalam promosi pariwisata dan kebudayaan di tingkat lokal dan nasional. "Tidak perlu terpaku dengan bidang ilmu yang dipelajari, semua bisa ambil bagian dalam pelestarian dan promosi pariwisata," ujar mahasiswa semester 6 HI Unpas itu.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpas, Drs. H. Aswan Haryadi mengatakan, Kurikulum jurusan Hubungan Internasional (HI) harus mengapresiasi perubahan paradigma keilmuan mahasiswa yang saat ini tidak hanya membahas problematika relasi internasional, tapi juga nasional dan tradisional.

Dalam kesempatan tersebut, Aswan mengatakan, problematika internasional tidak lepas dari permasalahan nasional dan tradisional di internal suatu negara. "Untuk itu mahasiswa HI juga perlu memahami permasalahan di dalam negeri sebagai bekal untuk kajian masalah internasional," ujarnya. (A-178/das)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

Wow... 29.181 Bangku Kosong di SD DKI

Author wong cilik Category
JAKARTA, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahap II telah ditutup sejak Selasa (22/6/2010). Bagi siswa yang telah lulus seleksi diwajibkan untuk lapor diri pada hari Rabu (23/6/2010). Namun sejak ditutupnya waktu lapor diri pukul 14.00, ternyata masih ada 29.181 bangku kosong di sejumlah SDN di Jakarta.

Bahkan 318 calon siswa dinyatakan gugur karena tidak lapor diri atau daftar ulang sehari setelah diterima di sekolah. Untuk menyikap masih banyaknya jumlah bangku kosong ini, Dinas Pendidikan DKI akan menggelar rapat bersama 44 kepala seksi Dikdas kecamatan pada Kamis (24/6/2010) besok.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, total daya tampung sekolah dasar (SD) di seluruh wilayah DKI Jakarta sebanyak 127.264 bangku. Pada PPDB Tahap I, siswa yang dinyatakan diterima dan telah lapor diri sebagai siswa SD sebanyak 95.014 orang. Sisanya, sebanyak 32.250 bangku kosong itu diperebutkan pada PPDB Tahap II yang diselenggarakan pada 21-22 Juni 2010.

Hasilnya, dari 32.250 bangku kosong itu, ternyata jumlah siswa yang mendaftarkan diri sebanyak 4.325 siswa. Di antara siswa yang mendaftarkan diri, sebanyak 3.387 siswa dinyatakan diterima. Sedangkan 938 siswa dinyatakan tidak diterima karena faktor usia yang belum sampai tujuh tahun. Kemudian dari 3.387 siswa yang diterima, hanya 3.069 yang lapor diri dan 318 tidak lapor diri yang dinyatakan gugur sebagai peserta PPDB. Sehingga total bangku kosong di SD Jakarta ada sebanyak 29.181 bangku.

“Pada umumnya bangku kosong banyak terdapat di SDN petang. Kemudian bagi 318 siswa yang tidak lapor diri maka dinyatakan gugur atau hangus. Mereka disarankan mencari SD swasta untuk melanjutkan pendidikannya,” kata Taufik Yudi Mulyanto, Kepala Disdik DKI Jakarta di Balaikota DKI, Rabu (23/6/2010).

Namun melihat jumlah bangku kosong masih yang sangat banyak, Taufik menyatakan akan menggelar rapat khusus dengan 44 Kasie Dikdas Kecamatan untuk membahas nasib bangku kosong tersebut. Sebab, para kasie ini lebih mengetahui kondisi di lapangan sehingga dapat mengetahui jalan keluar yang tepat agar puluhan ribu bangku kosong ini tidak mubazir atau dibiarkan kosong begitu saja.

“Jika sudah ada keputusan bangku kosong akan dimanfaatkan kembali dengan menerima siswa baru, kami akan mengumumkannya kepada masyarakat. Yang pasti, bangku kosong ini tidak boleh diperjualbelikan. Kalau ada, segera laporkan dan kami akan proses ke ranah hukum,” ujarnya. Paling tidak keputusan sudah ada sebelum hari pertama tahun ajaran baru 2010/2011 yang dimulai pada 12 Juli 2010 mendatang.

Sumber : http://edukasi.kompas.com

Alumni Harus Dukung Kewirausahaan

Author wong cilik Category

Oleh : Boediono

JAKARTA, Wakil Presiden Boediono meminta ikatan-ikatan alumni perguruan tinggi mendukung para alumnusnya untuk memiliki jiwa kewirausahaan. Ikatan alumni berperan penting sebagai jembatan antara dunia perkuliahan dengan dunia nyata.

Demikian diungkapkan Wapres Boediono di acara "Business Summit 2010 - Ikatan Alumni Institut Teknologi Surabaya, di Jakarta, Rabu. Boediono mengatakan, dunia kewirausahaan belum tumbuh baik di dalam negeri dibandingkan di negara lain. Karena itu, perguruan tinggi dan universitas dapat memperkuat aspek pendidikan dan latihan di bidang kewirausahaan dalam kurikulumnya sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan para mahasiswa dan mahasiswinya.

"Jiwa kewirausahaan tidak dapat dipelajari hanya melalui teori, buku teks dan dinilai begitu saja. Tetapi perlu peran praktisi untuk mempraktekannya. Dan itu perlu dukungan ikatan alumni perguruan tinggi. Ikatan alumni dapat memberikan pandangan, dorongan, petunjuk," ujarnya.

Wapres menambahkan, dukungan ikatan alumni untuk mendorong bidang wirausaha juga dapat dilakukan dengan memfasilitasi pembiayaan awal para alumnus yang baru akan menjadi wirausaha.

"Salah satu kendala wirausaha muda atau awal adalah pembiayaan, karena perbankan lebih berminat membantu memfasilitasi pembiayaan wirausaha yang telah memiliki rekam jejak, sedangkan pemerintah akan membantu antara lain dengan pembiayaan ventura," tutur Boediono.

Tak hanya pembiayaan, ikatan alumni juga dapat menjembatani para alumni yang menjadi wirausaha muda dengan almamaternya, untuk menggunakan teknologi dalam wirausahanya. "Di negara lain, wirausaha yang disandingkan teknologi akan mendorong industrialis baru. Ini juga perlu didorong para ikatan alumni terhadap lulusan perguruan tinggi yang ingin terjun ke bidang wirausaha," kata Wapres.

Sumber : http://edukasi.kompas.com

Dinding, Cat, dan Kreativitas Anak

Author wong cilik Category

Oleh : Shanaz Haque

JAKARTA, Putra-putri Anda sedang "hobi" mencorat-coret dinding rumah? Jangan dicap nakal, apalagi sampai dihentikan "kreativitasnya". Sebab, Andalah yang justru harus lebih kreatif lagi mengimbangi kreativitas mereka itu.
Tapi, saya tidak bisa mengatakan jangan, karena kalau begitu matilah kreativitas mereka.

Setidaknya, itulah pesan dan pengalaman yang ingin disampaikan oleh artis cantik Shanaz Haque. Bagi selebriti yang satu ini, rumah adalah tempat paling menyenangkan bagi anak dalam menumbuhkan kreativitasnya. Karena dibandingkan di tempat lain seperti di sekolah atau rumah kerabat, anak lebih mendapatkan kebebasan untuk menorehkan imajinasinya dengan kreatif dan spontan.

"Rumah adalah tempat pulang yang menyenangkan bagi anak-anak," ujar Shanaz di acara talk show “Living in Beautiful and Healthier Homes" dalam rangka peluncuran produk Nippon Spot-less, Sabtu (12/6/2010) lalu.

Istri penabuh drum, Gilang Ramadhan, ini mengatakan, anak-anaknya saat ini sedang berkembang dengan kreasinya masing-masing. Mereka umumnya senang menggambar di tembok.

“Tapi saya tidak bisa mengatakan jangan, karena kalau begitu matilah kreativitas mereka,” kata Shanaz.

Tentu saja, kata Shanaz, cara itu membuat rumahnya cepat berubah menjadi kotor, terutama pada bagian dinding. Akhirnya, ia mencari cara lain untuk tetap bisa membuat anak-anaknya bebas berkreasi tanpa menimbulkan "masalah". Ia mengubah cat dinding rumahnya.

"Sepele, tapi ternyata pengaruhnya besar juga, tetapi itu tergantung bagaimana pintar-pintarnya kita. Jangan hanya pilih produk berkualitas tinggi, tapi harus yang bersahabat dengan kesehatan anak, serta punya formula anti-noda yang sangat tinggi. Ini supaya nantinya anak-anak betah menggambar, sebab kalau dindingnya bau, mereka tidak akan suka," ujarnya sembari tersenyum.

Shanaz mengatakan, tak ubahnya membeli peralatan sekolah atau kebutuhan-kebutuhan lain untuk buah hatinya, persoalan seperti dinding kotor lantaran ulah anak tidak bisa disepelekan. Ia pun mencari cat yang tahan noda cair dan mudah dibersihkan. Hal ini agar dinding tetap bebas dan bersih dari noda dan tidak menempel.

"Kalau rumahnya indah, keluarganya pasti lebih senang bercanda, berkumpul di ruang keluarga, dan menceritakan apa pun dalam suasana yang menyenangkan. Anak-anak bisa berkreasi dengan aman, nyaman, bahkan semakin membuat mereka energik," ujarnya.

Shanaz berpesan, sudah seharusnya orangtua mengerti tumbuh kembang anak-anaknya sehingga bisa lebih cermat melihat persoalan yang muncul akibat tumbuh kembang itu. Maka yang terjadi, ketika muncul masalah, si orangtua hanya akan mencari solusi baru, bukan mengganti atau mematikan kreativitas si anak dengan cara lain yang belum tentu disukainya.

Sumber : http://edukasi.kompas.com

Wow, Sepeda Motor Berbahan Bakar Elpiji!

Author wong cilik Category
Oleh : Agus

LAMONGAN, Sejumlah inovasi karya siswa dan produk-produk unggulan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (23/6/2010) hingga Jumat (25/6/2010) dipamerkan di Lamongan Plaza. Pengunjung bisa melihat 38 stan lembaga pendidikan dan 27 stan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan d i setiap kecamatan.
Dengan bahan bakar ini polusi udara di Lamongan akan berkurang karena bebas asap.

Salah satu karya inovatif dan unik siswa yang dipamerkan adalah sepeda motor bertenaga elpiji yang dipamerkan SMK Negeri 1 Sarirejo. Elpiji yang digunakan adalah ukuran 3 kilogram (kg) yang dipasang di bagian belakang tempat duduk di atas sebuah plat besi sebagai penguat agar tidak jatuh.

Aris, guru SMK Negeri 1 Sarirejo, menjelaskan, dengan elpiji ukuran 3 kg itu sepeda motor dapat menempuh perjalanan sejauh 400 kilometer dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. "Dengan bahan bakar ini polusi udara di Lamongan akan berkurang karena bebas asap," kata Agus di Lamongan, Rabu (23/6/2010).

Sementara itu, SMA BPPT Al Fatah menampilkan karya ilmiah siswa yang meraih penghargaan. Karya yang dipamerkan di antaranya aplikasi light emitting diode (LED) yang digunakan untuk budidaya chorella sebagai pakan ikan. LED yang digunakan berwarna merah dan biru untuk membantu proses fotosintesis. Karya tersebut meraih juara II tingkat nasional Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang diadakan Poltek Pertanian Jember.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Mustofa Nur menjelaskan, 27 stan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan ikut berpartisipasi dalam Pameran Pendidikan dengan menampilkan hasil kerajinan tangan, pangan, atau hasil karya untuk kemajuan pendidikan. Produk unggulan dari setiap kecamatan dikemas sedemikian rupa di tiap stan UPT Dinas Pendidikan. Selain itu, sebanyak 38 lembaga pendidikan memamerkan karyanya di halaman parkir belakang Lamongan Plaza, sedangkan 27 UPT Dinas Pendidikan menempati stan di lantai III Lamongan Plaza.

UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Maduran menampilkan kain tenun ikat parengan dan U PT Dinas Pendidikan Kecamatan Lamongan menampilkan lukisan karya siswa dan alat peraga pendidikan berupa dakon ajar. Dakon ajar ini bagian dari alat pengajaran mata pelajaran matematika.

Sumber : http://edukasi.kompas.com

Pilih Wirausaha, Banyak Mahasiswa "DO"

Author wong cilik Category

JAKARTA, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Priyo Suprobo mengaku gembira melihat semakin banyak mahasiswanya yang berwirausaha. Namun, di sisi lain, Priyo prihatin karena partisipasi sebagai wirausahawan itu mengakibatkan tingginya angka putus kuliah atau drop out (DO).

"Prihatin karena angka putus kuliah itu mencapai dua persen, tapi sebaliknya saya juga gembira semakin banyak mahasiswa yang berwirausaha," kata Priyo sesuai pembukaan acara Business Summit 2010-ITS di Jakarta, Rabu (23/6/2010).

"Sekitar dua persen dari jumlah jurusan desain produk industri yang total mencapai sekitar 800 orang," tambahnya.

Priyo menyebutkan, banyak mahasiswa dari jurusan Desain Produk Industri yang baru duduk di semester empat sudah berhenti kuliah karena merasa sudah mampu menjadi wirausahawan. Dia mengakui, gejala itu baru terjadi pada mahasiswa jurusan Desain Produk Industri, belum pada mahasiswa-mahasiswa fakultas atau jurusan lainnya.

"Ada mahasiswa jurusan Teknologi Informatika yang setiap bulan mampu mendapat ribuan dollar hanya karena bertransaksi lewat komputer," tambah Priyo.

Priyo mengatakan, saat ini semakin banyak mahasiswa ITS terjun ke bidang wirausaha, antara lain karena ITS mewajibkan semua mahasiswanya mengambil mata kuliah Entrepreneurship atau Kewirausahaan. Untuk mengatasi tingginya angka DO itu, Priyo mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha melakukan pendekatan, baik kepada mahasiswa, maupun orangtuanya.

"Saya menjelaskan kepada para orangtua dan mahasiwsa bahwa menjadi wirausahawan atau entrepreneur itu penting. Tapi, menyelesaikan kuliah juga merupakan hal yang sangat penting," kata Rektor ITS itu.

Sumber : http://edukasi.kompas.com

Binus Raih Juara Tiga

Author wong cilik Category
JAKARTA, Universitas Bina Nusantara (Binus) harus puas berada di tempat ketiga pada "Diponegoro Accounting Competition (DAC) 2010" yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Akuntansi (KMA) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, 11-12 Juni 2010 lalu. Binus diwakili oleh Elsa Paramitha, Josephine Jane, dan Moureensya A.D dari jurusan akuntansi.
Keikutsertaan kami memang untuk mengasah pengetahuan para mahasiswa dengan berkompetisi bersama peserta universitas lain.
-- Gatot Soepriyanto

Ketiga mahasiswi tersebut meraih juara setelah mengikuti beberapa tahapan yang berlangsung selama dua hari. Tahap pertama berupa babak penyisihan yang melibatkan 20 kelompok dari berbagai perguruan tinggi di pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Mereka menjalani ujian tertulis berupa studi kasus mengenai Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, Perpajakan, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Pemerintahan, Auditing, Sistem Informasi Akuntansi dan Pasar Modal.

"Keikutsertaan kami memang untuk mengasah pengetahuan para mahasiswa akuntansi dengan berkompetisi bersama peserta dari universitas lain, selain juga untuk menumbuhkan semangat kompetisi dan menambah pertemanan dengan mahasiswa akuntansi di seluruh indonesia," kata Ketua Jurusan Akuntansi Binus, Gatot Soepriyanto, di Jakarta, Rabu (23/6/2010).

Josephine Jane, salah seorang anggota tim, menambahkan, banyak pengalaman yang diterima oleh ketiga mahasiswa ini selama mengikuti kompetisi. Selain punya pengalaman bersaing dan berkompetisi, kata Jane, dia dan rekan-rekannya bisa menimba pengetahuan dan pemahaman lebih banyak tentang materi akuntansi secara lebih mendalam.

"Serta mendapatkan gambaran dan pengetahuan tentang proses pembelajaran akuntansi di universitas- universitas lainnya. Yang jelas, kita bisa mengaplikasikan semua hal yang kita pelajari di lomba ini dan dapat banyak ilmu juga," ujarnya.

Adapun babak penyisihan "Diponegoro Accounting Competition (DAC) 2010" berhasil menyeleksi kelompok lima besar yang masuk pada babak final, yaitu Universitas Andalas (Padang), Universitas Islam Sultan Agung (Semarang), Unika Soegijapranata (Semarang), UPI (Jakarta), serta Binus (Jakarta). Kompetisi akhirnya dimenangkan oleh tim Universitas Katholik Soegijapranata sebagai Juara I, UPI sebagai Juara II, serta Binus sebagai Juara III.

Sumber : http://edukasi.kompas.com

Pendidikan Antikorupsi Wah, Guru dan Kepsek Dilatih Antikorupsi

Author wong cilik Category

SAMARINDA, Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menggelar pelatihan antikorupsi kepada sejumlah guru untuk membentuk perilaku antikorupsi melalui pendidikan di sekolah. Pelatihan yang menghadirkan narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini diikuti 120 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru.
Pelatihan antikorupsi bagi guru dan kepala sekolah ini penting agar mereka dapat mengimplementasikannya saat mengajar anak didik.
-- Fadly Illa

Sekretaris Kota Samarinda Fadly Illa saat membuka pelatihan itu, Selasa (22/6/2010), mengatakan, korupsi di Indonesia sudah sangat kompleks sehingga pemberantasannya tidak bisa dilakukan secara represif. Hanya saja, kata dia, yang terpenting melakukan langkah preventif.

"Pelatihan antikorupsi bagi guru dan kepala sekolah ini penting agar mereka dapat mengimplementasikannya saat mengajar anak didik," kata Fadly.

"Salah satu metode pencegahan korupsi adalah dengan membentuk perilaku antikorupsi melalui jenjang pendidikan dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi," tambahnya.

Melalui pelatihan tersebut, Fadly menambahkan, para guru dan kepala sekolah diharapkan dapat menularkan sembilan nilai antikorupsi kepada anak didik sejak dini. "Kami berharap setelah pelatihan ini mereka (guru dan kepala sekolah) dapat mengajarkan nilai kejujuran, tanggung jawab, keberanian, kegigihan, dan keuletan, kreativitas, kepedulian, kedisiplinan, kebersamaan, dan kesederhanaan sebagai sembilan pilar antikorupsi," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan Antikorupsi Tejo Sutarnoto mengatakan, salah satu tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepala sekolah dan guru dalam menerapkan sembilan nilai antikorupsi. "Setelah mengikuti pelatihan ini para pendidik juga diharapkan mengetahui, memahami, dan melaksanakan kebijakan zona integritas bidang pendidikan sebagai salah satu percontohan zona antikorupsi," katanya.

Sumber : http://edukasi.kompas.com

Jalur Mandiri SPP Kedokteran Jalur SPMPRM Rp 25 Juta!

Author wong cilik Category
MEDAN, Seleksi Penerimaan Mahasiswa Program Reguler Mandiri (SPMPRM) Tahun 2010 Universitas Sumatera Utara yang dibuka sejak Senin (21/6/2010) telah menjaring 205 calon mahasiswa. Pembelian formulir pendaftaran ditutup 29 Juni 2010, sementara pengembalian formulir paling lambat 30 Juni.

Penanggung Jawab Informasi Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Program Reguler Mandiri (SPMPRM) USU Bisru Hafi menjelaskan, tes tertulis SPMPRM akan digelar pada 1 Juli 2010. ”Sementara pengumumannya kami paparkan pada 21 Juli nanti,” ujarnya di Medan, Selasa (22/6/2010).

Ketua Panitia SPMPRM USU Prof Sumono menjelaskan, syarat mengikuti SPMPRM sama dengan persyaratan masuk perguruan tinggi negeri pada umumnya. Peserta lulusan 2008 dan 2009 membawa ijazah atau surat tanda tamat belajar (STTB) asli beserta fotokopinya yang telah dilegalisasi.

Lulusan 2010 yang belum menerima ijazah dapat menunjukkan surat tanda ikut ujian nasional (UN) asli yang dikeluarkan kepala sekolah dan sudah dibubuhi pasfoto beserta fotokopinya yang telah dilegalisasi. Adapun warga negara asing, lanjutnya, harus mendapat izin dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional di Jakarta.

Berbeda dengan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang dibagi tiga kelompok, SPMPRM hanya dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Peserta diperbolehkan memilih maksimal dua program studi.

Kelompok IPA, antara lain, terdiri dari Pendidikan Dokter, Pendidikan Dokter Gigi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Keperawatan, Psikologi, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Kimia, Arsitektur, Matematika, Kimia, Farmasi, dan Fisika. Adapun kelompok IPS, antara lain, terdiri dari Ilmu Hukum, Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Antropologi Sosial, Sosiologi, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Politik.

Bisru menjelaskan, jalur SPMPRM dikhususkan bagi mahasiswa dari keluarga kaya. Biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) yang dikenakan berlipat ganda dibandingkan dengan mahasiswa yang masuk melalui jalur lain.

Untuk Fakultas Kedokteran, misalnya, mahasiswa jalur SPMPRM harus membayar SPP Rp 25 juta per semester dan untuk Fakultas Hukum Rp 9 juta per semester. Padahal, mahasiswa yang masuk melalui jalur SNMPTN hanya membayar SPP Rp 1,5 juta atau Rp 2 juta per tahun.

Meskipun biayanya mahal, USU hanya mengalokasikan 300 kursi bagi mahasiswa yang masuk melalui SPMPRM. Angka itu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kuota jalur SNMPTN yang mencapai 1.060 mahasiswa.

USU juga membuka seleksi penerimaan mahasiswa jalur kemitraan, yakni proses penerimaan mahasiswa yang dilandasi kerja sama USU dengan pemerintah kota/kabupaten atau perusahaan di Sumatera Utara. Syaratnya, peserta melampirkan surat dari pemerintah kabupaten/kota atau perusahaan yang telah menjalin kemitraan dengan USU. (MHF)

Sumber : http://edukasi.kompas.com

Kerabat Kerajaan Inggris Beli Batik Indonesia

Author wong cilik Category
London, Inggris - Kerabat Kerajaan Inggris Princess Alexandra membeli batik saat mengunjungi stand Indonesia pada bazar Spring Fair yang diadakan organisasi sosial khusus menaruh perhatian pada anak dan keluarga, Children & Families Across Borders (CFAB), di Kensington Town Hall, London.

Istri Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris Risandrani Thamrin kepada Antara, London, Rabu (13/5), mengatakan bahwa batik Indonesia sangat digemari pengunjung bazar amal yang diikuti wanita dari perwakilan kedutaan asing di London.

Risandrani, dalam bazar amal itu Indonesia menampilkan scarf batik, selendang batik serta busana batik untuk musim panas.

Selain itu, juga ditampilkan perhiasan mutiara yang dipadu dengan perak dari pengrajin yang dibina Nunik Anurningsih serta jepitan rambut bunga kemboja khas Bali, gelang, dan ikat pinggang serta dompet dengan hiasan manik manik karya para pengrajin.

Risandrani mengatakan, Indonesia selalu mengikuti bazar amal yang diadakan organisasi sosial yang bergerak dibidang kesejahteraan anak-anak dan orang dewasa yang rentan melintasi perbatasan internasional atau CFAB.

Princess Alexandra, salah satu keluarga Kerajaan Inggris itu menjadi pelindung organisasi yang telah membantu mempertemukan anak anak yang terpisahkan dari keluarga, ujarnya.

CFAB yang dulu berada dibawah organisasi International Social Service UK, yang telah berusia lebih 80 tahun membantu orang yang dipisahkan dari anggota keluarga akibat perceraian, migrasi, mencari suaka, perdagangan dan penculikan, serta individu lainnya yang rentan dan membutuhkan perlindungan.

Bazar amal Spring Fair yang diikuti wakil dari berbagai kedutaan di Inggris seperti dari Peru, Portugal, Jordania, Vietnam, Venezuela, Korea Selatan, dan Kazakhstan , menyajikan berbagai barang kerajinan masing masing negara.

Selain itu, juga ditampilkan kuliner dari berbagai negara. Stand Indonesia menyanyikan sate ayam, mie goreng dan nasi goreng serta tahu dan lemper.

Bazar amal selain bertujuan untuk mengumpulkan dana itu digelar untuk yang ke 51 kalinya itu berupaya meningkatan kesadaran masyarakat dan dukugannya bagi anak anak dan keluarga yang terpaksa terpisah.

Bazar amal yang tahun lalu berhasil mengumpulkan dana sekitar 90.000 poundsterling itu bertema World Market atau pasar dunia karena menampilkan produk dan kerajian dari seluruh negara itu juga menampilkan kesenian dari Afrika. [EL, Ant]

Sumber: http://www.gatra.com

Tour de Singkarak Bangkitkan Pariwisata

Author wong cilik Category
Padang - Lomba balap sepeda Tour de Singkarak 2010 yang akan berlangsung pada 1-6 Juni mendatang diharapkan bisa membangkitkan industri pariwisata di Sumatera Barat yang relatif terganggu setelah hantaman gempa bumi pada 30 September 2009.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Selasa (11/5/2010), masih mengharapkan agar seluruh wilayah kabupaten/kota yang dilewati rombongan pebalap sepeda tersebut bisa memanfaatkan secara maksimal lomba itu untuk memaksimalkan potensi seni dan budaya masing-masing.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar James Hellyward menyebutkan, daerah-daerah yang dilewati rombongan pebalap diharapkan bisa mengaitkan program pergelaran kesenian dan wisatanya dengan lomba balap sepeda tersebut.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, wilayah kabupaten/kota yang diharapkan bisa mementaskan kesenian tradisional atau kekayaan budaya yang dimiliki adalah seluruh lokasi finis di setiap etape

Sumber: http://travel.kompas.com

Candi Prambanan Jadi Sentra Ibadah Hindu

Author wong cilik Category
Klaten - Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, mengharapkan Candi Prambanan ke depan dapat berkembang menjadi sentra ibadah Umat Hindu sekaligus objek wisata.

"Hal tersebut akan mampu mengangkat perekonomian masyarakat, dengan tetap mempertahankan nuansa religius dan keaslian budayanya," kata Gubernur Jateng di sela upacara ritual Tawur Agung Kesanga (Wisuda Bumi) di Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Senin.

Gubernur sangat menghargai upaya itu, karena selama ini ikut merawat atau menjaga kondisi spiritual Candi Prambanan, seperti dalam penyelenggaraan ritual Tawur Agung Kesanga.

Ia mengatakan, Candi Prambanan ketika dipugar, beberapa bagian candi dan relief masih berserakan dan belum tersusun rapi.

Selain itu, kata dia, ketika terjadi gempa bumi yang melanda Klaten dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), beberapa waktu lalu, menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian candi.

Menurut dia, momentum kebersamaan seperti kegiatan upacara ini menjadi awal bagi masyarakat untuk meningkatkan rasa saling memiliki terhadap keagungan Candi Prambanan.

Ia mengatakan, membangun Candi Prambanan berarti membangun tiga hal penting, yakni membangun kehidupan beragama, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian budaya.

Bibit Waluyo, berharap dengan keagungan Candi Prambanan dapat dibangun sebuah aset tempat ibadah Umat Hindu, situs budaya, dan objek wisata karya anak bangsa yang bernilai sangat tinggi.

Oleh karena itu, kata dia, kembalinya keagungan Candi Prambanan dapat menjadi ikon pariwisata yang mempunyai daya tarik internasional, sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Bibit juga berharap Candi Prambanan dapat menjadi sentra ibadah Umat Hindu di seluruh dunia, yang memancarkan Dharma Santi kemasyarakatan.

Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali mengakui adanya keluhan dari kalangan pemimpin agama bahwa Kementerian Agama dalam memfungsikan dan memanfaatkan peninggalan bangunan keagamaan yang agung di antaranya Candi Prambanan dan candi lainnya, agar memberikan peran yang besar.

Namun, kata menteri, hal tersebut sampai sekarang masih menjadi perdebatan apakah situs keagamaan yang memiliki budaya tinggi hanya dikelola institusi kepariwisataan dan kebudayaan, atau juga melibatkan pihak lain.

Menurut dia, sebaiknya dikelola Kementerian Agama, karena candi semacam itu selain memiliki nilai budaya yang sangat tinggi, tidak boleh dilupakan nilai spiritualnya. "Nanti kita bicarakan dengan instansi yang terkait," katanya.

Ia mengatakan sejumlah pimpinan agama merasa selama ini pengelolaan peninggalan berupa candi hanya dilihat dari sisi pariwisata atau budayanya, sementara sisi religius atau keagamaannya kurang diperhatikan.

Sumber : http://www.antara.co.id

Umat Hindu Diharapkan Miliki Kesadaran Membangun Persaudaraan

Author wong cilik Category
Semarang - Pada Hari Raya Nyepi tahun ini, umat Hindu diharapkan memiliki kesadaran untuk lebih membangun persaudaraan sehingga tercipta persatuan dan kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara.

"Kesadaran tersebut dapat diawali dengan membangun harmoni dalam dirinya sendiri baru kemudian dengan alam sekitar dan makhluk hidup lainnya," kata ketua panitia Perayaan Nyepi tahun 2010, I Nyoman Romangsi, usai upacara ritual di Semarang, Senin malam.

Perayaan Hari Raya Nyepi wilayah Jawa Tengah bagian utara tahun ini dipusatkan di Pura Agung Giri Natha di Jalan Sumbing Semarang.

Ia menjelaskan, perayaan Hari Raya Nyepi jangan hanya bersifat ritual seremonial saja, karena yang paling penting adalah pengendalian diri dan lingkungan sekitar.

"Dua hal tersebut harus dilakukan setiap saat sesuai dengan profesi masing-masing supaya kondisi alam tetap seimbang sehingga tidak lagi terjadi bencana dan umat manusia dapat hidup dengan normal," ujarnya.

Ia mengatakan, pada Selasa (16/3) seluruh umat Hindu melaksanakan Catur Brata Nyepi yang berisi larangan yakni Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak melakukan pekerjaan), Amati Lelanguan (tidak menikmati keindahan), dan Amati Lelungan (tidak bepergian).

"Upacara Catur Brata Nyepi tersebut diakhiri dengan Ngembak Geni yaitu umat Hindu diperbolehkan kembali melakukan aktivitas sehari-hari," katanya.

Namun sebelum kembali beraktivitas, kata Romangsi, para umat Hindu melakukan Upaksama (saling memaafkan) dan Dharma Santi (silaturahmi) dengan anggota keluarga dan saudara.

Sebelumnya, puluhan umat Hindu di Kota Semarang dan sekitarnya terlihat mengikuti upacara ritual "Tawur Agung Kesanga" yang dipimpin oleh Pinandita I Nyoman Wedhu.

Ritual tersebut merupakan bagian dari upacara Bhuta Yadnya yang digelar untuk menyambut Hari Raya Nyepi dan tahun baru Saka 1932.

Seluruh umat Hindu yang hadir mengikuti ritual dengan khidmat dan berdoa sambil membakar dupa, kemudian dilanjutkan dengan berbaris mengelilingi kawasan pura dengan berjalan kaki dan diiringi gamelan yang disebut "Baleganjuran".

Setelah berkeliling sebanyak tiga kali, para umat Hindu kemudian kembali membakar semua sesaji yang telah dipersiapkan dengan tujuan agar peribadatan yang dilakukan sempurna.

Dalam kesempatan tersebut, para umat Hindu juga mendoakan agar Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Semarang dapat berjalan aman dan lancar tanpa halangan apa pun.(WSN/K004)

Sumber : http://www.antara.co.id

Batik Tulis Garutan Miliki Puluhan Motif Terkenalhttp://www.blogger.com/img/blank.gif

Author wong cilik Category

Garut - Produk asli batik tulis Garutan memiliki puluhan motif terkenal dengan corak, desain serta ritme khas. Salah seorang perajin batik tulis asli Garutan, Agus S. Natawidjaya mengatakan, Minggu, jenis batik etnis tersebut merupakan salah satu dari tiga batik tradisional di provinsi Jawa Barat.

"Batik tulis Garutan merupakan salah satu dari tiga batik tradisional di Jawa Barat, bahkan satu-satunya di wilayah Priangan, yang telah tumbuh dan berkembang menyesuaikan diri dengan kondisi kekinian," katanya.

Motifn batik tulis Garutan antara lain, patah tebu, ubin calung, sidomukti kopi tutung, lereng sintung, sidomukti papatong, lereng leor, sidomukti sawat, kumeli, dapris, surutu, batu, cupat manggu, lereng doktor, lereng siki bonteng, lereng kipas, bilik, keris apel, lereng beton, carang ayakan, serta lereng kangkung.

Terdapat motif tanjung anom, melati, lereng eneng, jambu mede, lereng suliga, lereng sepatu, suliga kembang dan motif suliga gajah.

Agus mengemukakan salah satu ciri khas batik tulis asli Garutan adalah warna ungu, biru dan coklat.

"Harga kainnya mencapai ratusan ribu rupiah untuk ukuran bagi pakaian kemeja berlengan panjang, selain itu tersedia pula batik garutan produk printing yang harganya lebih murah," kata Agus.(ANT/A038)

Sumber : http://www.antara.co.id
Theme by New wp themes | Bloggerized by Dhampire