Jangan Tabu Bicara Seks dengan Anak

Author wong cilik Category
BERBICARA persoalan seks dengan anak memang harus ekstrahati-hati. Kalau tidak tepat, anak malah akan terjerumus ke hal-hal yang negatif. Bagaimana caranya?

Memasuki masa remaja, anak-anak mulai tertarik membicarakan persoalan seks, pacaran, atau hubungan intim dengan lawan jenis. Itu wajar mengingat fase pertumbuhan mereka terus berkembang sesuai kematangan usia. Yang menjadi persoalan, orangtua sering kali jengah membicarakan persoalan kelamin ini di depan mereka.

Meskipun dia termasuk dalam kategori seksual aktif atau tidak, anak harus mendapatkan pengetahuan seks sejak dini. Salah kaprah kalau menilai bahwa memberikan pengetahuan seks sejak kecil akan meningkatkan keinginan seks mereka lebih kuat. Bahkan, beberapa penelitian yang dilansir yahoohealth menunjukkan bahwa anak yang orangtuanya terbuka dan jujur soal seks akan mencegah kehamilan di luar nikah.

Orangtua zaman sekarang tergolong malu atau tabu bicara tentang seks pada anak. Jangankan mengobrol soal seks, dalam penyebutan alat kelamin saja, coba kita lihat di sekitar kita berapa banyak orangtua yang menggunakan istilah penis atau vagina? Mungkin tidak banyak. Padahal, ini juga organ tubuh yang memang punya nama sama seperti tangan, kaki, paha, perut, dan anggota tubuh yang lain. Dan perlu kita pahami juga, bahwa keingintahuan anak tentang seks adalah sesuatu yang normal dan wajar. Hal ini mau tidak mau harus dijawab dengan informasi yang tepat.

Tidak dapat jawaban dari ayah-ibu pun mereka akan terus mencari informasi dari sumber yang lain. Iya kalau jawabannya tepat,kalau tidak? Usia berapa anak wajar bertanya soal seks? Pada usia prasekolah 3–6 tahun, anak masuk pada fase phallic setelah sebelumnya berada pada fase oral dan anal.

Pada fase ini anak mulai mengetahui perbedaan seks antara lelaki dan perempuan. Cirinya, mereka suka memainkan alat kelaminnya dan mulai bertanya soal seks. Meski sudah tahu perbedaan jenis kelamin laki dan perempuan, pada dasarnya anak usia ini belum mengerti kenapa hal itu berbeda.

Nah, tugas orangtua untuk memberikan pengertian. Biasanya pertanyaan yang sering muncul adalah umum dan terpusat pada perbedaan anatomi tubuh, kehamilan, dan kelahiran. Hal ini terjadi karena anak-anak usia ini mulai mengenali seksualitasnya, di samping mereka juga sudah lebih sadar akan lingkungan sekitarnya.

Dan ketika anak sudah masuk pada fase ini, orangtua sudah bisa memberikan pendidikan seks pada anak. Bisa diawali dengan menjelaskan perbedaan anatomi lakilaki dan perempuan, misalnya perempuan punya payudara, vulva, vagina, dan rahim. Laki-laki punya penis dan testikel. Lalu, fungsinya untuk apa.

Yang paling penting disiapkan orangtua agar pendidikan seks yang diberikan efektif, adalah ayah dan ibu harus menjawab pertanyaan anak dengan jujur. Katakan terus terang bahwa saat ini kita tidak bisa menjawab atau merasa sulit untuk menjelaskan pada anak dan akan mencari di buku.

Beri tahu juga kapan kita baru bisa memberikan jawabannya, dengan konsekuensi harus ditepati. Ini lebih baik daripada asal menjawab. Anak pun akan menghargai kejujuran orangtuanya. Selain itu, jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami anak.

Ketika ada pertanyaan ”dari mana asalnya bayi,” orangtua dapat menjawab bahwa bayi tumbuh di dalam perut ibu sampai bayi siap dilahirkan. Tidak perlu dijelaskan dari siklus menstruasi sampai pembuahannya. karena anak juga belum bisa memahami soal itu.

Selanjutnya, informasi yang diberikan orangtua sebaiknya tidak membedakan antara jawaban untuk anak laki-laki dan untuk anak perempuan. Gunakan istilah yang sebenarnya untuk alat kelamin dan payudara. Tidak perlu mengganti dengan istilah ”burung” atau yang lain.

Orangtua disarankan tidak menertawakan pertanyaan anak. Pembicaraan seputar seks bukanlah sesuatu yang lucu terlebih lagi karena yang bertanya adalah anak-anak. Menertawakan hanya akan membuat anak tidak nyaman. Apalagi, memarahi anak.

Bila keingintahuan yang normal ini tak dipenuhi, atau si anak malah dimarahi, maka akan mengembangkan perasaan-perasaan negatif. Anak akan merasa bersalah, jijik, cemas, dan kurang nyaman terhadap seks. Paling utama dari semuanya adalah, ketika anak bertanya, orangtua tidak perlu menghindar.

Yang perlu diingat adalah anak akan berusaha terus mencari jawaban untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Apa yang terjadi kalau mereka mendapat informasi yang salah dari sumber yang tidak tepat?

Akhirnya yang susah orangtua juga kan? Penting juga bagi orangtua untuk menggunakan alat bantu agar pendidikan seks yang diberikan fun, penuh humor, dan dapat dicerna. Alat Bantu itu semisal buku cerita tentang reproduksi, poster anatomi, atau boneka berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Bisa juga jalan-jalan di lingkungan sekitar dan menjadikan binatang atau tumbuhan sebagai media belajar untuk sex education. Psikolog dan konsultan keluarga dari Jagadnita Consulting Clara Kriswanto menegaskan, bahwa pendidikan seks perlu ditanamkan sejak usia dini.

Persoalannya adalah ada bahkan banyak pasangan yang belum bisa secara terbuka berbicara soal seks di ruang keluarga. Ada orangtua, lanjut dia, yang sangat dekat dengan anak. Akan tetapi, mereka tidak mengetahui problem seksualitas anak-anak mereka hanya karena rasa sungkan atau jengah untuk membicarakannya.

Clara menyarankan agar kedekatan orangtua-anak tersebut justru dimanfaatkan untuk saling membuka diri dalam bicara masalah seksualitas. Menjebol rasa sungkan atau malu merupakan langkah awal yang sangat penting. Jika orangtua masih merasa sulit untuk memulai, diperlukan tahap-tahap menuju keterbukaan.

”Kalau belum bisa terbuka dengan anak, cobalah memulai membicarakannya dengan pasangan kita,” kata Clara, yang juga menulis buku Seks, Es Krim dan Kopi Susu: Ngobrolin Seks di Ruang Keluarga.

Sekali lagi, tidak perlu tabu dan malu bicara seks dengan anak. Kalau bicara seks saja tabu dan malu, lalu bagaimana kita bisa mendidik si kecil untuk bisa menjaga diri? Karena menjawab pertanyaan anak tentang seks bukan hanya memuaskan rasa ingin tahu mereka.

Yang paling penting adalah, kita menyiapkan mereka untuk mau menjaga kebersihan organ vital sejak dini agar terhindar dari infeksi, pelecehan seksual, dan penyakit kejiwaan berkaitan dengan seksual.

Sumber : http://lifestyle.okezone.com

0 komentar:

Posting Komentar

Theme by New wp themes | Bloggerized by Dhampire