JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Nasional mengklaim, penyediaan akses internet di 17.500 sekolah sebagai salah satu Program 100 Hari Depdiknas yang telah selesai, bahkan melebihi target di 18.358 titik di 33 provinsi. Nyatanya, program tersebut belum sama sekali menyentuh kawasan Papua Barat.
Mendiknas Mohammad Nuh mengungkapkan keberhasilan program tersebut dalam jumpa pers Serapan Anggaran 2009, Evaluasi Program Kerja 100 Hari, serta Program Kerja 2010, di Depdiknas, Jakarta, Selasa (5/1/2010).
"Memang, untuk Papua Barat belum bisa terealisasi karena ketidaktersediaan infrastruktur, sehingga untuk wilayah ini kami masukkan dalam program khusus," ujar Mendiknas.
Pekerjaan secara khusus yang dimaksud Mendiknas itu antara lain mensinergikan dengan program dari departemen lain. Sebutlah misalnya, kata Mendiknas, akibat ketiadaan listrik dan jaringan di satu wilayah, Depdiknas akan menggandeng PLN dan pihak operator telek omunikasi, untuk menyediakan fasilitas tersebut.
"Kami memang tidak bisa berbuat banyak jika infrastruktur dasar untuk penyambungan atau penyediaan internet di wilayah itu tidak ada," katanya.
Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, Selasa (5/1/2010), Mendiknas mengklaim, tiga dari delapan Program 100 Hari Depdiknas telah selesai seratus persen, sementara capaian lima program lainnya rata-rata baru berjalan di atas lima puluh persen. Ketiga program tersebut meliputi penyediaan internet secara massal di 17.500 sekolah, penyusunan program beasiswa, serta penyusunan Renstra 2010-2014.
Sumber : http://edukasi.kompas.com


0 komentar:
Posting Komentar