Meneropong Lebih Dekat Kepulauan Sunda Kecil

Author wong cilik Category
Oleh : Ema Nur Arifah

Mengambil wilayah-wilayah garis terdepan Indonesia sebagai tema pameran sudah menjadi agenda tahunan Museum Konferensi Asia Afrika. Jika tahun sebelumnya Papua yang jadi sorotan, di penghujung akhir tahun 2009, Musem KAA mengangkat Kepulauan Sunda Kecil dengan tajuk 'Focus on Eastern Lesser Sunda Islands

Ketidaktahuan masyarakat terhadap kepulauan Sunda kecil sebagai perbatasan paling timur wilayah Indonesia jadi alasan utama. "Banyak
yang tidak tahu kalau di sana itu ada dua negara yaitu Indonesia dan Timor Leste," tutur Kepala Museum KAA Isman Pasha.

Pameran yang berlangsung dari 21 Desember-22 Januari ini menyuguhkan berbagai sisi tentang Kepulauan Sunda Kecil yang terdiri dari provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali. Termasuk geografis, geologi, sosiologi, budaya, juga unsur politik.

Perjalanan sejarah Kepulauan Sunda Kecil dari mulai jaman kolonial hingga terpisahnya Timor Timor dari wilayah NKRI. Menurut Isman, tidak hanya sekadar pameran, tapi juga ada pendekatan diplomasi yang bisa
menguak sisi lain dari keberadaan Kepulauan Sunda Kecil terutama Timor Leste.

Kehadiran Dubes Timor Leste dalam diskusi yang akan digelar 11 Januari nanti diharapkan akan memberikan pandangan lain tentangnegara tersebut. Menurutnya banyak orang yang kini tidak hirau dengan permasalahan yang ada di negara tersebut.

Maka dengan adanya pameran dan diskusi ini Isman berharap masyarakat lebih aware dengan provinsi-provinsi di kepulauan Sunda Kecil dan permasalahan yang ada di dalamnya.

Selain untuk generasi muda, pameran ini lebih ditujukan pada pengajar. Sehingga apa yang disampaikan kepada murid-murid tidak melulu hal-hal umum tapi ada pemaparan yang lebih mendalam.

Setiap harinya dalam ruang pameran juga diputarkan film dokumenter tentang kepulauan Sunda Kecil. Selain proses diplomasi politik yang
ditampilkan, kebudayaan, adat istiadat provinsi-provinsi Kepulauan Sunda Kecil juga ditampilkan disana.

Sumber : http://bandung.detik.com


0 komentar:

Posting Komentar

Theme by New wp themes | Bloggerized by Dhampire