Kewirausahaan Perguruan Tinggi sebagai komitmen Dikti dalam melaksanakan program 100 hari Kementerian Pendidikan Nasional dimana pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi menjadi salah satu ujung tombaknya.
Workshop dengan tema “wirausaha muda inovatif untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa” ini dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad NUH, pada jumat, (17/12) kemarin, bertempat di gedung D lantai 2 Depdiknas.
Dalam sambutannya mendiknas mengatakan “Hari ini merupakan kesempatan bagi para pemangku kepentingan holder untuk dapat saling berbagai pengalaman,” Lebih lanjut Mendiknas mengatakan bahwa workshop ini merupakan salah satu jawaban terhadap masalah pendidikan di Indonesia. “Pendidikan Indonesia seharusnya mengalami transformasi bukan reformasi.” tambah Mendiknas. Dengan adanya workshop ini diharapkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi penyumbang terhadap meningkatnya jumlah wirausahawan yang pada saat ini masih sekitar 0,18% dari jumlah penduduk Indonesia, menjadi minimal 1%.
Pada kesempatan yang sama Fasli Jalal, selaku Dirjen Dikti, berharap agar kegiatan yang merupakan inisiatif Dikti untuk dapat mendekatkan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan wilayah, untuk meningkatkan daya saing nasional dan kemandirian bangsa. Oleh sebab itu “Workshop ini menampilkan pelaku usaha, dosen dan mahasiswa yang selama ini terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang telah diluncurkan oleh Dirjen Dikti pada tahun anggaran 2009. Workshop ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis IPTEKS kepada para mahasiswa agar menjadi pengusaha nasional yang tangguh dan sukses, menghadapi persaingan global.”
Fasli Jalal juga menambahkan bahwa workshop kali ini secara khusus memiliki 6 tujuan: Meningkatkan daya saing dan kemandirian nasional; Peningkatan relevansi hasil riset dan kewirausahaan; Peningkatan kapasitas SDM, Inovasi dan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi; Meningkatkan kerja sama perguruan tinggi dengan dunia usaha; Meningkatkan knowledge based entrepreneurship di Perguruan Tinggi; Mempromosikan Teaching University – Research University – Entrepreneurship University dengan mengembangkan pusat kewirausahaan, inkubator bisnis dan teknologi serta Technopark.
Pada workshop kali ini, mendatangkan narasumber yang sangat berpengalaman dalam mendorong pendidikan entrepreneurship di Indonesia seperti Bob Sadino, Sandiaga Uno, Ciputra dan Budi Gunadi Sadikin. Selain itu Dikti juga mendatangkan para entrepreneur yang berhasil yang berasal dari perguruan tinggi seperti Nancy Magrid, Trinil, Elsa dan Wahyu Saidi. Mereka didatangkan untuk memberikan kesaksian bagaimana perguruan tinggi menjadi pendorong terbentuknya wirausaha yang berbasis pengetahuan. Sebagai contoh, Batik fraktal dimana batik ini menggunakan teori fraktal dalam Matematika dalam menciptakan pola-pola batik yang dapat diterima oleh masyarakat luas.
Sumber : http://www.diknas.go.id
Workshop dengan tema “wirausaha muda inovatif untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa” ini dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad NUH, pada jumat, (17/12) kemarin, bertempat di gedung D lantai 2 Depdiknas.
Dalam sambutannya mendiknas mengatakan “Hari ini merupakan kesempatan bagi para pemangku kepentingan holder untuk dapat saling berbagai pengalaman,” Lebih lanjut Mendiknas mengatakan bahwa workshop ini merupakan salah satu jawaban terhadap masalah pendidikan di Indonesia. “Pendidikan Indonesia seharusnya mengalami transformasi bukan reformasi.” tambah Mendiknas. Dengan adanya workshop ini diharapkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi penyumbang terhadap meningkatnya jumlah wirausahawan yang pada saat ini masih sekitar 0,18% dari jumlah penduduk Indonesia, menjadi minimal 1%.
Pada kesempatan yang sama Fasli Jalal, selaku Dirjen Dikti, berharap agar kegiatan yang merupakan inisiatif Dikti untuk dapat mendekatkan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan wilayah, untuk meningkatkan daya saing nasional dan kemandirian bangsa. Oleh sebab itu “Workshop ini menampilkan pelaku usaha, dosen dan mahasiswa yang selama ini terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang telah diluncurkan oleh Dirjen Dikti pada tahun anggaran 2009. Workshop ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis IPTEKS kepada para mahasiswa agar menjadi pengusaha nasional yang tangguh dan sukses, menghadapi persaingan global.”
Fasli Jalal juga menambahkan bahwa workshop kali ini secara khusus memiliki 6 tujuan: Meningkatkan daya saing dan kemandirian nasional; Peningkatan relevansi hasil riset dan kewirausahaan; Peningkatan kapasitas SDM, Inovasi dan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi; Meningkatkan kerja sama perguruan tinggi dengan dunia usaha; Meningkatkan knowledge based entrepreneurship di Perguruan Tinggi; Mempromosikan Teaching University – Research University – Entrepreneurship University dengan mengembangkan pusat kewirausahaan, inkubator bisnis dan teknologi serta Technopark.
Pada workshop kali ini, mendatangkan narasumber yang sangat berpengalaman dalam mendorong pendidikan entrepreneurship di Indonesia seperti Bob Sadino, Sandiaga Uno, Ciputra dan Budi Gunadi Sadikin. Selain itu Dikti juga mendatangkan para entrepreneur yang berhasil yang berasal dari perguruan tinggi seperti Nancy Magrid, Trinil, Elsa dan Wahyu Saidi. Mereka didatangkan untuk memberikan kesaksian bagaimana perguruan tinggi menjadi pendorong terbentuknya wirausaha yang berbasis pengetahuan. Sebagai contoh, Batik fraktal dimana batik ini menggunakan teori fraktal dalam Matematika dalam menciptakan pola-pola batik yang dapat diterima oleh masyarakat luas.
Sumber : http://www.diknas.go.id


0 komentar:
Posting Komentar