SERPONG, Mengenalkan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia, pada siswa sekolah dasar, tidak selamanya dilakukan dalam kelas. Salah satunya dilakukan Sekolah Dasar Islam Cikal Harapan di BSD, Tangerang Selatan, Selasa (16/2). Anak perlu pengalaman merasakan sendiri keindonesiaan, meskipun belum pernah berkunjung ke provinsi-provinsi yang tersebar di Indonesia.
"Anak perlu mengalami sendiri keindonesiaan itu, misalnya melalui rasa makanan khas daerah, melihat tarian dan mendengar lagu daerah, dan berpakaian daerah," ujar Kepala SDI Cikal Harapan Hadiyati.
Menurut Hadiyati, acara yang dilakukan dengan melibatkan siswa kelas satu hingga kelas tiga, dan orangtuanya ini, berusaha menghadirkan keragaman Indonesia di sekolah.
"Ini merupakan proses elajar langsung, dengan mengajak anak untuk bersentuhan dengan keragaman budaya yang menjadi kekayaan Indonesia," ujarnya.
Dalam acara puncak budaya tersebut, anak-anak memamerkan berbagai produk daerah yang sudah dicari dan dipersiapkannya bersama orangtua. Seperti, miniatur rumah tradisional, pakaian tradisional, makanan khas daerah, dan foto-foto yang menjadi landmark ibukota provinsi di Indonesia.
"Cara ini akan membangun memori mengenal budaya dan mematangkan keindonesiaan anak. Praktek langsung mengenal tanah air ini diharapkan akan menumbuhkan rasa cinta pada bangsa ini," ujarnya. (Imam Prihadiyoko)
Sumber : http://edukasi.kompas.com
"Anak perlu mengalami sendiri keindonesiaan itu, misalnya melalui rasa makanan khas daerah, melihat tarian dan mendengar lagu daerah, dan berpakaian daerah," ujar Kepala SDI Cikal Harapan Hadiyati.
Menurut Hadiyati, acara yang dilakukan dengan melibatkan siswa kelas satu hingga kelas tiga, dan orangtuanya ini, berusaha menghadirkan keragaman Indonesia di sekolah.
"Ini merupakan proses elajar langsung, dengan mengajak anak untuk bersentuhan dengan keragaman budaya yang menjadi kekayaan Indonesia," ujarnya.
Dalam acara puncak budaya tersebut, anak-anak memamerkan berbagai produk daerah yang sudah dicari dan dipersiapkannya bersama orangtua. Seperti, miniatur rumah tradisional, pakaian tradisional, makanan khas daerah, dan foto-foto yang menjadi landmark ibukota provinsi di Indonesia.
"Cara ini akan membangun memori mengenal budaya dan mematangkan keindonesiaan anak. Praktek langsung mengenal tanah air ini diharapkan akan menumbuhkan rasa cinta pada bangsa ini," ujarnya. (Imam Prihadiyoko)
Sumber : http://edukasi.kompas.com


0 komentar:
Posting Komentar