Mahasiswa Berperan Penting dalam Promosi Pariwisata dan Kebudayaan

Author wong cilik Category

BANDUNG, (PRLM).- Ajang pertemuan mahasiswa baik tingkat lokal, nasional maupun internasional sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai ajang promosi pariwisata dan kebudayaan. Mahasiswa bisa berperan sebagai duta pariwisata untuk memperkenalkan kekayaan daerah tempat mereka menuntut ilmu.

Demikian diungkapkan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Yaya M. Abdul Aziz di sela-sela Seminar "Problematika Pariwisata dan Budaya Indonesia dalam Dinamika Global" yang juga bagian dari rangkaian Pertemuan Sela Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (PSNMHII) XXII di kampus Universitas Pasundan (Unpas), Selasa (25/3).

Menurut Yaya, selama ini kajian mengenai pariwisata di kalangan akademisi masih sangat minim. Padahal pariwisata dan budaya adalah salah satu kekayaan yang tidak boleh dilupakan. "Jangan sampai setelah diklaim negara lain, baru semua berbicara," ujarnya.

Secara riil, kata Yaya, hal yang paling mudah dilakukan mahasiswa adalah dengan menyisipkan kegiatan promosi ke dalam setiap agenda kegiatan mereka. "Setidaknya mereka bisa memperkenalkan seni dan pariwisata di daerah mereka kepada mahasiswa dari daerah lain yang hadir dalam kegiatan tersebut," tuturnya.

Untuk skala internasional, Yaya menambahkan, keberadaan program pertukaran mahasiswa bisa juga menjadi ajang promosi pariwisata ke negara lain. "Kita perkenalkan pariwisata dan budaya kepada mahasiswa internasional di sini agar mereka bisa memperkenalkannya di negara asal mereka," ujarnya.

Senada dengan Yaya, Ketua Panitia PSNMHII XXII, Khaerul Estian mengatakan, mahasiswa juga memegang peranan penting dalam promosi pariwisata dan kebudayaan di tingkat lokal dan nasional. "Tidak perlu terpaku dengan bidang ilmu yang dipelajari, semua bisa ambil bagian dalam pelestarian dan promosi pariwisata," ujar mahasiswa semester 6 HI Unpas itu.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpas, Drs. H. Aswan Haryadi mengatakan, Kurikulum jurusan Hubungan Internasional (HI) harus mengapresiasi perubahan paradigma keilmuan mahasiswa yang saat ini tidak hanya membahas problematika relasi internasional, tapi juga nasional dan tradisional.

Dalam kesempatan tersebut, Aswan mengatakan, problematika internasional tidak lepas dari permasalahan nasional dan tradisional di internal suatu negara. "Untuk itu mahasiswa HI juga perlu memahami permasalahan di dalam negeri sebagai bekal untuk kajian masalah internasional," ujarnya. (A-178/das)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

0 komentar:

Posting Komentar

Theme by New wp themes | Bloggerized by Dhampire