BERDASARKAN data Depdiknas, hingga akhir 2008. Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) baru sekitar 50, 53 persen dari 29,8 juta anak. Artinya, separuh dari jumlah anak usia dini yang ada di negeri ini belum meraih layanan pendidikan.
Target tahun 2009 adalah meningkatkan APK-PAUD dari 50 persen menjadi 54 persen dengan prioritas anak usia 2-4 tahun dapat terlayani PAUD nonformal.
Data tersebut menunjukkan lebih dari 20 juta balita Indonesia tidak memiliki kesempatan mengenyam PAUD. Padahal Pendidikan pra-sekolah adalah pondasi penting yang harus dienyam balita Indonesia untuk memastikan kesiapan balita dalam memasuki sekolah dasar dan tingkat lanjutannya.
Hal ini diperkuat oleh data Unicef yang menunjukkan, bahwa hampir 70 persen anak yang putus sekolah dari Sekolah Dasar (SD) karena mereka tidak siap untuk berinteraksi dan mengikuti pendidikan SD.
Pendidikan adalah dasar utama yang penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Inilah modal yang dibutuhkan anak bangsa untuk bisa bertahan di tengah persaingan global dan maju untuk memberikan sumbangsih bagi bangsa dan negara.
Menjawab persoalan itu, P&G sebagai salah satu perusahaan produk konsumen terbesar di dunia, memilih untuk memusatkan perhatian kegiatan layanan masyarakatnya kepada anak-anak dengan usia di bawah 13 tahun melalui Tema Global LLT: Live, Learn, Thrive.
"Tema progamnya terdiri dari Live, bagaimana membantu anak-anak mengembangkan volume otak. Learn, otak perlu diisi dan harus dapat mendapat akses belajar. Thrive, pembekalan pendidikan life skill. Kita akan memperluas program bagaimana mereka bisa mendapatkan income sendiri," ujar External Relations Director P&G, Bambang Sumaryanto saat ditemui dalam launching Balita Cerdas di RM Mang Kabayan Jalan Raya Senopati nomor 74 Jakarta Selatan, Senin (27/7/09).
Dengan banyaknya jumlah anak yang belum mendapat layanan pendidikan, P&G bekerjasama dengan Unicef (United Nations Children's Fund) mengadakan program sosial bernama Balita Cerdas yang dikhususkan untuk membantu balita di Indonesia memperoleh pendidikan pra-sekolah yang layak.
Saat ini, Program Percontohan Khusus untuk kegiatan pengembangan PAUD yang dikelola oleh masyarakat dengan dukungan penuh P&G dan Unicef dipusatkan di 10 Desa di Sukabumi. Program yang telah berlangsung hampir dua tahun ini, telah mampu membantu hampir 1000 Balita di wilayah tersebut.
10 PAUD di taman Posyandu ini telah memiliki kader dan tenaga pengajar sukarela yang telah qualified karena mereka telah melalui program pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemda Sukabumi dan Unicef, termasuk pelatihan Pelatih Ahli PAUD. Lebih dari 100 Kader PAUD dan 1180 orangtua telah mengikuti pelatihan dengan dukungan penuh dari P&G dan UNICEF.
"Di Indonesia kita bisa menggumpulkan dana lebih banyak untuk para balita. Target P&G, setiap tahun bisa menambah 100 balita. Setiap rupiah yang masuk kita anggap amanah. Kita ajak semua konsumen, kita akan alokasi dana ketika konsumen membeli produk. Ini salah satu cara konsumen bisa turut andil membantu," papar Bambang Sumaryanto.
Dalam salah satu sesi wawancara Direktur PAUD bersama Ditjen PNFI, PAUD menjadi komitmen nasional, antara lain tertuang dalam amandemen UU 1945 pasal B ayat (2) bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Selain itu, dapat ditambahkan pula, bahwa Undang-undang Nomor 20 Tahun 1003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Program sosial Balita Cerdas di Sukabumi yang telah berjalan dengan baik sejak tahun lalu, terutama berkat dukungan dari pemerintah setempat, serta dengan dukungan penuh karyawan dan manajemen P&G, para bintang iklan produk P&G serta tokoh yang sangat perhatian terhadap perkembangan anak. Yaitu Soraya Haque, Purwatjaraka (composer), Shannaz Haque, Annisa Pohan, Nirina Zubir, Darius-Donna Sinathrya, dan Susan Bachtiar.
Tak ketinggalan, peran tokoh masyarakat setempat dipimpin oleh Kepala Desa Benda dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Desa Benda merupakan kunci utama suksesnya program ini. Bahkan, P&G telah membangun empat bangunan Pusat Kegiatan Masyarakat (Community Centre) senilai Rp 1 Milyar untuk digunakan sebagai fasilitas PAUD serta kegiatan kemasyrakatan lainnya.
"Kontribusi dari beberapa selebriti papan atas Indonesia untuk ikut serta dalam program ini ialah mereka kasih sesuatu dengan keahlihan mereka. Ini menjadi daya tarik tersendiri," ujar Bambang.
Belajar dari suksesnya pelaksanaan program Balita Cerdas di daerah Sukabumi, maka P&G berencana untuk melanjutkan program sosial Balita Cerdas dan memperkenalkannya ke khalayak yang lebih luas untuk mengetuk perhatian dan partisipasi masyarakat.
Selama Ramadhan, lewat slogan "Saving brings Blessings" Balita Cerdas akan mengumpulkan donasi melalui pembelian produk-produk P&G melalui harga spesial. Selama Juli-Oktober 2009, program skala nasional ini juga didukung oleh merek-merek P&G yang telah dikenal, brand ambassadors, key accounts, dan diharapkan, program ini juga memperoleh dukungan penuh dari media dan masyarakat.
"Adalah menjadi komitmen kami, P&G untuk selalu berusaha membantu upaya meningkatkan kualitas hidup masyrakat dimana kami beroperasi, khususnya di bidang pendidikan. Melalui program Hemat membawa Berkah ini, kami mengajak para pemakai produk kami untuk menyatukan hati dan bersama-sama membantu lebih dari 20 juta Balita Indonesia," demikian ditegaskan Bambang.
Sumber : http://lifestyle.okezone.com
Target tahun 2009 adalah meningkatkan APK-PAUD dari 50 persen menjadi 54 persen dengan prioritas anak usia 2-4 tahun dapat terlayani PAUD nonformal.
Data tersebut menunjukkan lebih dari 20 juta balita Indonesia tidak memiliki kesempatan mengenyam PAUD. Padahal Pendidikan pra-sekolah adalah pondasi penting yang harus dienyam balita Indonesia untuk memastikan kesiapan balita dalam memasuki sekolah dasar dan tingkat lanjutannya.
Hal ini diperkuat oleh data Unicef yang menunjukkan, bahwa hampir 70 persen anak yang putus sekolah dari Sekolah Dasar (SD) karena mereka tidak siap untuk berinteraksi dan mengikuti pendidikan SD.
Pendidikan adalah dasar utama yang penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Inilah modal yang dibutuhkan anak bangsa untuk bisa bertahan di tengah persaingan global dan maju untuk memberikan sumbangsih bagi bangsa dan negara.
Menjawab persoalan itu, P&G sebagai salah satu perusahaan produk konsumen terbesar di dunia, memilih untuk memusatkan perhatian kegiatan layanan masyarakatnya kepada anak-anak dengan usia di bawah 13 tahun melalui Tema Global LLT: Live, Learn, Thrive.
"Tema progamnya terdiri dari Live, bagaimana membantu anak-anak mengembangkan volume otak. Learn, otak perlu diisi dan harus dapat mendapat akses belajar. Thrive, pembekalan pendidikan life skill. Kita akan memperluas program bagaimana mereka bisa mendapatkan income sendiri," ujar External Relations Director P&G, Bambang Sumaryanto saat ditemui dalam launching Balita Cerdas di RM Mang Kabayan Jalan Raya Senopati nomor 74 Jakarta Selatan, Senin (27/7/09).
Dengan banyaknya jumlah anak yang belum mendapat layanan pendidikan, P&G bekerjasama dengan Unicef (United Nations Children's Fund) mengadakan program sosial bernama Balita Cerdas yang dikhususkan untuk membantu balita di Indonesia memperoleh pendidikan pra-sekolah yang layak.
Saat ini, Program Percontohan Khusus untuk kegiatan pengembangan PAUD yang dikelola oleh masyarakat dengan dukungan penuh P&G dan Unicef dipusatkan di 10 Desa di Sukabumi. Program yang telah berlangsung hampir dua tahun ini, telah mampu membantu hampir 1000 Balita di wilayah tersebut.
10 PAUD di taman Posyandu ini telah memiliki kader dan tenaga pengajar sukarela yang telah qualified karena mereka telah melalui program pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemda Sukabumi dan Unicef, termasuk pelatihan Pelatih Ahli PAUD. Lebih dari 100 Kader PAUD dan 1180 orangtua telah mengikuti pelatihan dengan dukungan penuh dari P&G dan UNICEF.
"Di Indonesia kita bisa menggumpulkan dana lebih banyak untuk para balita. Target P&G, setiap tahun bisa menambah 100 balita. Setiap rupiah yang masuk kita anggap amanah. Kita ajak semua konsumen, kita akan alokasi dana ketika konsumen membeli produk. Ini salah satu cara konsumen bisa turut andil membantu," papar Bambang Sumaryanto.
Dalam salah satu sesi wawancara Direktur PAUD bersama Ditjen PNFI, PAUD menjadi komitmen nasional, antara lain tertuang dalam amandemen UU 1945 pasal B ayat (2) bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Selain itu, dapat ditambahkan pula, bahwa Undang-undang Nomor 20 Tahun 1003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Program sosial Balita Cerdas di Sukabumi yang telah berjalan dengan baik sejak tahun lalu, terutama berkat dukungan dari pemerintah setempat, serta dengan dukungan penuh karyawan dan manajemen P&G, para bintang iklan produk P&G serta tokoh yang sangat perhatian terhadap perkembangan anak. Yaitu Soraya Haque, Purwatjaraka (composer), Shannaz Haque, Annisa Pohan, Nirina Zubir, Darius-Donna Sinathrya, dan Susan Bachtiar.
Tak ketinggalan, peran tokoh masyarakat setempat dipimpin oleh Kepala Desa Benda dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Desa Benda merupakan kunci utama suksesnya program ini. Bahkan, P&G telah membangun empat bangunan Pusat Kegiatan Masyarakat (Community Centre) senilai Rp 1 Milyar untuk digunakan sebagai fasilitas PAUD serta kegiatan kemasyrakatan lainnya.
"Kontribusi dari beberapa selebriti papan atas Indonesia untuk ikut serta dalam program ini ialah mereka kasih sesuatu dengan keahlihan mereka. Ini menjadi daya tarik tersendiri," ujar Bambang.
Belajar dari suksesnya pelaksanaan program Balita Cerdas di daerah Sukabumi, maka P&G berencana untuk melanjutkan program sosial Balita Cerdas dan memperkenalkannya ke khalayak yang lebih luas untuk mengetuk perhatian dan partisipasi masyarakat.
Selama Ramadhan, lewat slogan "Saving brings Blessings" Balita Cerdas akan mengumpulkan donasi melalui pembelian produk-produk P&G melalui harga spesial. Selama Juli-Oktober 2009, program skala nasional ini juga didukung oleh merek-merek P&G yang telah dikenal, brand ambassadors, key accounts, dan diharapkan, program ini juga memperoleh dukungan penuh dari media dan masyarakat.
"Adalah menjadi komitmen kami, P&G untuk selalu berusaha membantu upaya meningkatkan kualitas hidup masyrakat dimana kami beroperasi, khususnya di bidang pendidikan. Melalui program Hemat membawa Berkah ini, kami mengajak para pemakai produk kami untuk menyatukan hati dan bersama-sama membantu lebih dari 20 juta Balita Indonesia," demikian ditegaskan Bambang.
Sumber : http://lifestyle.okezone.com


0 komentar:
Posting Komentar