Pendidikan Indonesia Belum Efisien

Author wong cilik Category
Oleh : Siswanto

JAKARTA - Pengamat pendidikan Darmaningtyas mengatakan, secara obyektif penyelenggaraan pendidikan di Indonesia tidak efisien. Selain itu, tuntutan penyelenggara pendidikan terhadap orang tua murid makin tinggi.

"Tidak efisisan, misalnya buku harus dibeli tiap semester, buku tidak bisa digantikan ke adik kelas. Seragam harus ganti setiap saat, harus baru, ada daftar ulang," kata Darmaningtyas kepada okezone, Selasa (15/7/2008).

Menurut pengamat dari Perguruan Taman Siswa ini, pengenaan kewajiban itu merupakan mekanisme untuk menarik uang dari orang tua murid saja dan tidak memiliki relevansi dengan peningkatan mutu pendidikan.

Kemudian, tuntutan penyelengaraan pendidikan juga makin tinggi. Hal itu ditandai dengan pemerintah mencanangkan label sekolah taraf nasional dan taraf internasional. Menurut Darmaningtyas, pelabelan itu tidak memiliki kriteria yang jelas, tapi memiliki konskwensi pada peningkatan pembiayaan pendidikan.

"Ada label-labelan itu. Lha, itu semua punya konsekwensi pada peningkatan pembiayaan sehingga akibatnya memberatkan orang tua," ujar Damaningtyas.

Lebih lanjut Darmaningtyas mengatakan, penyelengaraan pendidikan mestinya kembali seperti dulu, yaitu murid tidak harus mengganti buku pelajaran setiap semester. Artinya, sekali membeli buku, buku itu berlaku hingga lima tahun.

"Seragam juga biarkan membeli sendiri-sendiri.kalau bisa memakai dari kakaknya, biarkan saja. Jadi, tidak harus semuanya baru," kata dia.

Kemudian, program-program lain yang tidak efisien, seperti studytour, wajib menabung di sekolah, hal itu tidak perlu.

"Asumsinya, menabung itu bagi yang sudah punya penghasilan. Karena, nanti hasil tabungannya juga tidak bisa ditarik, lalu dikonversikan ke program sekolah, misalnya untuk studytour," ujar dia.

Untuk mengubah persoalan itu, lanjut Damaningtyas, masyarakat harus terus menerus untuk menyuarakan perubahan. Dan pemerintah juga mesti menanggapi.

Menurut Darmaningtyas, sejauh ini, daerah yang patut menjadi contoh penyelenggaraan pendidikan efisien ialah Yogyakarta.
Sumber : http://news.okezone.com


0 komentar:

Posting Komentar

Theme by New wp themes | Bloggerized by Dhampire