Sebagai orang tua, pernahkah Anda merasa tidak nyaman membicarakan seks dengan anak-anaknya? Apalagi mungkin jika Anda dan orang tua lainnya sudah berpikiran negatif tentang sex. Dan biasanya orang tua takut jika mereka menerangkan seks pada anak-anaknya, akhirnya rasa ingin tahu dan ketertarikan anak-anaknya akan semakin besar dan ujung-ujungnya anak-anaknya malah terlibat seks bebas.
Padahal, tanpa diketahui orang tuanya, para remaja dapat mencari informasi yang berhubungan dengan sex melalui sumber sumber seperti internet, buku, majalah, atau bahkan film dengan mudah. Sayangnya, informasi-informasi tersebut kebenarannya diragukan dan mungkin saja menyesatkan. Dari pada anak-anak remaja itu terjerumus pergaulan dan sex bebas karena kurangnya informasi dari orang tua tentang masalah sex, bukankah sebaiknya orang tua berinisiatif menerangkan permasalahan sex pada anak-anaknya sejak dini ?
Bicara mengenai sex dengan anak remaja tidak harus mengenai hubungan sex saja. Orang tua dapat mengajarkan misalnya tentang organ sex pria dan wanita, soal menstruasi, mimpi basah, dan sebagainya. Penjelasan tersebut tentunya dengan menggunakan istilah yang tepat, namun tetap dapat dimengerti oleh anak-anak. Hal ini memang tidak mudah dan banyak orang tua yang canggung karenanya, tapi hal ini dapat diatasi dengan berbagai cara lain.
Orang tua dapat memberikan anaknya buku dengan topik pendidikan tentang sex, bacalah bersama anak-anaknya, dan diskusikan apa yang telah dibaca barusan dengan anak-anaknya. Hati – hati juga saat menonton acara televisi yang mungkin tidak sengaja berisi kasus-kasus perkosaan, atau kekerasan seksual lainnya, jelaskan dengan baik dan diskusikan sebab akibat dari kasus tersebut.
Yang terpenting adalah, diskusikan hal tersebut dengan anak di waktu santai dan saat yang tepat serta dengan kalimat-kalimat yang tidak berkesan menggurui. Perhatikan juga karakter anak. Selain itu, untuk memahami situasi dan permasalahan remaja saat ini, tidak ada salahnya orang tua membuka majalah-majalah remaja yang ada. Kalau perlu, orang tua bisa ikutan nimbrung dengan teman-teman anaknya yang berkunjung ke rumah.
Sumber : http://www.melindahospital.com
Padahal, tanpa diketahui orang tuanya, para remaja dapat mencari informasi yang berhubungan dengan sex melalui sumber sumber seperti internet, buku, majalah, atau bahkan film dengan mudah. Sayangnya, informasi-informasi tersebut kebenarannya diragukan dan mungkin saja menyesatkan. Dari pada anak-anak remaja itu terjerumus pergaulan dan sex bebas karena kurangnya informasi dari orang tua tentang masalah sex, bukankah sebaiknya orang tua berinisiatif menerangkan permasalahan sex pada anak-anaknya sejak dini ?
Bicara mengenai sex dengan anak remaja tidak harus mengenai hubungan sex saja. Orang tua dapat mengajarkan misalnya tentang organ sex pria dan wanita, soal menstruasi, mimpi basah, dan sebagainya. Penjelasan tersebut tentunya dengan menggunakan istilah yang tepat, namun tetap dapat dimengerti oleh anak-anak. Hal ini memang tidak mudah dan banyak orang tua yang canggung karenanya, tapi hal ini dapat diatasi dengan berbagai cara lain.
Orang tua dapat memberikan anaknya buku dengan topik pendidikan tentang sex, bacalah bersama anak-anaknya, dan diskusikan apa yang telah dibaca barusan dengan anak-anaknya. Hati – hati juga saat menonton acara televisi yang mungkin tidak sengaja berisi kasus-kasus perkosaan, atau kekerasan seksual lainnya, jelaskan dengan baik dan diskusikan sebab akibat dari kasus tersebut.
Yang terpenting adalah, diskusikan hal tersebut dengan anak di waktu santai dan saat yang tepat serta dengan kalimat-kalimat yang tidak berkesan menggurui. Perhatikan juga karakter anak. Selain itu, untuk memahami situasi dan permasalahan remaja saat ini, tidak ada salahnya orang tua membuka majalah-majalah remaja yang ada. Kalau perlu, orang tua bisa ikutan nimbrung dengan teman-teman anaknya yang berkunjung ke rumah.
Sumber : http://www.melindahospital.com


0 komentar:
Posting Komentar