Presiden Gelar Rapat Ujian Nasional

Author wong cilik Category
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat terbatas bidang Kesejahteraan Rakyat, yang membahas masalah pendidikan dan kesehatan, khususnya Ujian Nasional dan Bantuan Operasional Kesehatan, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/1).

"Agenda rapat kali ini ada dua hal yaitu pendidikan dan kesehatan. Untuk pendidikan saya ingin mendengar presendi Mendiknas seperti apa kontruksi yang dapat kita bangun untuk kebijakan Ujian Nasional. Untuk Kesehatan saya ingin mendengat apa yang menjadi dasar tentang jaminan kesehatan masyarakat dan bantuan operasi kesehatan," kata Presiden Yudhoyono.

Dalam pengantarnya, Kepala Negara mengaku pernah melakukan dialog dan bertukar pikiran dengan pimpinan mahasiswa menyangkut bidang pendidikan yang mengangkat topik Ujian Nasional. "Kita mengetahui ada sejumlah pro-kontra yang berkaitan UN ini, tentu ada pikiran-pikiran yang patut kita dengar dari mahasiswa maupun siapapun yang peduli UN (Ujian Nasional) ini menjadi salah satu bagian alat ukur bagi pendidikan," katanya.

Menurutnya, menteri Pendidikan Nasional sebelumnya pernah melaporkan sejarah tentang pengukuran kelulusan siswa, baik yang menggunakan UN sebagai satu-satunya alat ukur atau yang menggunakan ukuran prestasi di sekolah. "Saya sendiri berpendapat UN bukan satu-satunya alat ukur yang kita pilih tapi memadukan opsi lain," katanya.

Kepala Negara mengatakan, ada dua opsi yang pernah diajukan kepadanya yaitu opsi pertama, Ujian Nasional sebagai ukuran pertama yang manakala tak berhasil ada peluang untuk ujian lain.

Opsi kedua, lanjut Presiden Yudhoyono, adalah kembali ke model Ebtanas. "Tentunya harus ada model pembaharuan karena dari Undang-Undang bila semacam Ebtanas tentu perlu pengkajian yang penting harus obyektif," ujarnya.

Presiden Yudhoyono menegaskan, kebijakan yang untuh menyangkut UN sangat penting dan harus ditetapkan dengan benar.

Sementara, terkait dengan bidang kesehatan, Kepala Negara mengatakan, pemerintah ingin memastikan program jaminan kesehatan masyarakat dan bantuan operasi kesehatan berjalan dengan baik. "Bantuan Operasi Kesehatan, kita ingin benar-benar memberdayakan infrastruktur kesehatan tingkat akar rumput puskesmas, kita harus memberdayakan puskesmas dengan finansial dan sarananya," katanya.

Kepala Negara mengajak untuk mengubah cara pandang, tidak lagi mengobati orang sakit namun mencegah orang menjadi sakit. "Jadi program berorientasi pada itu, pencegahan pada masyarakat luas agar tidak mudah jatuh sakit," katanya.

Sumber :http://www.gatra.com

0 komentar:

Posting Komentar

Theme by New wp themes | Bloggerized by Dhampire